.
Friday 30th of July 2010    

Wanita Sholihah

Azains Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini368
mod_vvisit_counterKemarin599
mod_vvisit_counterPekan ini2468
mod_vvisit_counterBulan ini15591
mod_vvisit_counterTotal112225

My Mesengger

Ads

Donations For this site

Enter Amount:

Video


Home
Khutbah Iedul Fitri 1430 H Generasi Robbani Generasi Harapan طباعة إرسال إلى صديق
الكاتب Ahmad Zainuddin, Lc   
الاثنين, 14 سبتمبر 2009 03:31
There are no translations available.

Ma'asyirol muslimin wal muslimat, Sidang Iedul Fitri rohimakumullah

Betapa bersyukur kita, tatkala kita dapati sanak famili kita, saudara dan keluarga kita semua bisa berkumpul di hari raya ini dalam keadaan sehat wal afiyat tak kurang suatu apa, tak ada yang membuat kita kecewa, tidak ada masalah yang berarti. Kita patut bersyukur atas segala nikmat dari Sang Pencipta Alam Semesta ini. Kita ikrarkan dengan kalimat alhamdulillah Robbil 'alamin.

Namun alangkah ruginya kita bila di antara sanak famili kita ternyata ada yang mendapat musibah, sehingga kita tidak berkumpul merasakan nikmat Allah di hari raya ini. Musibah yang tidak kita kehendaki maupun justru musibah yang sengaja kita cari-cari, musibah yang sengaja kita undang agar hadir di tengah-tengah keluarga tercinta. Di antara musibah yang tidak kita kehendaki dan kita tidak sengaja menghadirkannya, seperti musibah sakit yang tidak kita duga dan sangka, betapa banyak saudara yang kita yang berada di rumah sakit yang tidak bisa hadir di lapangan ini demi merayakan hari yang menjadi tanda kebahagiaan ummat islam, hari makan dan minum, hari berbahagia bersama. (Download file Khutbah klik : Khutbah Iedul Fitri 1430 H Ahmad Zainuddin, Lc)

Kemudian di antara musibah yang sengaja kita hadirkan adalah seperti anak-anak yang durhaka karena salah didikan, anak-anak yang salah didik karena diasuh bukan oleh orang tua mereka, namun diasuh oleh para pembantu yang kurang berpendidikan, diasuh oleh teman mereka yang salah jalan, diasuh oleh para preman yang selalu siap menjerusmuskan mereka ke jalan yang sesat. Hal ini karena para orang tua kurang waspada, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing, para bapak berbisnis di kantor bekerja di pasar dan di tempat kerja lainnya, sementara para ibu juga tidak ingin ketinggalan dengan dalih emansipasi wanita, mereka ingin sejajar dengan kaum lelaki, hingga akhirnya banyak wanita yang bekerja di luar rumah, wanita karir yang sibuk dengan urusan bisnis bukan urusan mendidik dan memelihara anak-anak mereka tercinta.

Wal hasil tumbuhlah anak-anak yang tidak kenal dengan Allah dan Rosul-Nya, anak-anak yang asing dengan nilai-nilai ajaran Islam, anak-anak yang diasuh bukan oleh orang tua tercinta yang diharapkan dapat mendidik dengan baik dan benar, namun justru kita dapatkan para pembantulah yang mendidik mereka, yang menjadi teman sehari-hari mereka, kita dapatkan teman-teman sebaya merekalah yang menjadi panutan mereka entah baik ataupun buruk, yang di masa modern ini banyak hal yang buruk yang justru mereka lihat dan akhirnya mereka tiru.

????? ???????? ????? ??????? ? ??? ?????? ?????? ????? ???? ???????? ???? ???????? ?????? ?????????

Ma'asyirol muslimin wal muslimat rohimakumullah

Kita tentunya sepakat bahwa nilai-nilai moral apalagi yang sesuai dengan ajaran Islam akan membawa kita kepada kehidupan yang harmonis dan penuh kenyamanan, semua lini kehidupan bisa berjalan dengan baik tatkala syari'ah Islam menjadi tuntunan dan amalan hidup ummat manusia. Namun bila kita melihat kenyataan yang ada, kita lihat para pemuda yang kebanyakan ummat islam begitu jauh dari tuntunan islam, mereka tenggelam dalam lautan kehidupan yang penuh dengan syubhat bahkan maksiyat, kehidupan materialis hedonis yang menyeret mereka kepada kehidupan materi yang membuat mereka lalai akan hak-hak Sang Pencipta yang selalu hadir dalam kehidupan mereka setiap waktu. Yang seharusnya mereka selalu ingat pula dalam setiap langkah hidup mereka bahwa Sang Pencipta selalu mengawasi mereka.

Dari banyak hal yang para pemuda kerjakan banyak hal yang sia-sia yang mereka lakukan seperti main game, play station yang selalu penuh dengan anak-anak hingga para pemuda, bermain sms, game online,  semua itu melalaikan dari dunia pendidikan yang seharusnya mereka tekuni, bahkan melalaikan mereka dari dzikir kepada Allah Sang Pencipta mereka. Budaya yang merejalela ini kini kian bertambah parah, di setiap kampung bahkan RT terdapat tempat bermain yang kebanyakan melalaikan dari tugas utama mereka. Belum lagi pergaulan bebas antara pemuda dan pemudi yang sedemikian rusaknya, dimana seorang perempuan tidak malu-malu lagi mengutarakan keinginannya menyukai teman lelakinya,  mereka pergi ke tempat-tempat wisata dengan menanggalkan rasa malu mereka, mereka asyik bersenda gurau saling memperturutkan hawa nafsu mereka tanpa mengingat apa akibat dari perbuatan mereka.

 (Download file Khutbah klik : Khutbah Iedul Fitri 1430 H Ahmad Zainuddin, Lc)

 

 

 

Write comment
Your Contact Details:
 
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
Security Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

آخر تحديث: الاثنين, 14 سبتمبر 2009 04:30
 
bottom

Copyright @ 2008-2009 Ahmadzainuddin.com. Disclaimer XHTML CSS.